Gw akan polarisasikan sedikit sinopsis film yang berbeda, tapi diperankan oleh orang yang sama, yang ngasi gw pelajaran soal gimana bedain tunduk sama taat...
Film Desperado: Diceritakan ketika Bucho(Joaquim de Almeida), seorang gembong narkoba sebuah wilayah kecil di Mexico berbicara dengan El Mariachi (Antonio Banderas) tentang bagaimana cara dia menguasai Kota, yaitu dengan memberi masyarakat sekitarnya semua fasilitas, dari obat-obatan, makanan dan apapun yang mereka butuhkan, alhasil, yang didapatkan oleh Bucho adalah loyalitas warga sekitar, meskipun mereka tau bahwa Bucho adalah pelaku bisnis ilegal dengan banyak kasus kejahatan yang tidak pernah diusut oleh pihak berwajib.
Film Fast Five: Diceritakan, Reyyes (Joaquim de Almeida) menjadi seorang pimpinan kartel narkoba Di Rio, dan pada salah satu dialognya menceritakan bahwa, dulu bangsa Spanyol sempat menjajah Brazil dengan senjata, namun tidak lama karena orang-orang di Brazil berhasil melawan balik, senjata dibalas senjata, beberapa tahun kemudian, Portugis yang datang dengan maksud serupa, hendak menguasai tanah Brazil namun kali itu dengan cara yang lebih halus, memonopoli perdagangan, tapi mencukupi kebutuhan masyarakat Brazil, dengan memberikan sandang, pangan dan papan, serta pendidikan dan loyalitas akan didapat dengan sendirinya, alhasil rakyat patuh dan tidak melawan balik, bahkan sebagian besar masyarakat Brazil sampai sekarang masih banyak yang menggunakan nama-nama Portugis.
Yang menarik adalah, hal inilah yang terjadi di negara kita, beberapa tahun silam, saat orde baru berkuasa, gw gak perlu cerita gimana mencekamnya saat-saat Petrus terjadi atau kegilaan seorang pemimpin pada industri kedirgantaraan, sampai-sampai jatah makan orang se Indonesia harus "disunat", dan betapa curangnya beberapa kali pemilu golkar. Orang-orang yang gw temuin dan berbicara soal suharto, selalu tidak luput dari kisah manis seputar masa jayanya orde baru dan seolah lupa atau enggan tau tentang bagaimana bila seseorang yang mau "berbicara" nyawanya akan dihilangkan, sama seperti dua tokoh villain diatas, mafia akan selalu melindungi teritorialnya dari gangguan luar, makanya pada saat itu masyarakat Indonesia merasa aman, tapi keterbuaian itu membuat mereka lupa, bahwa lingkup mereka menikmati kenyamanan itu adalah lingkup sebuah cengkeraman raksasa, yang matanya senatiasa mengawasi dan tidak segan meremas sampai remuk apabila ada suatu hal yang dianggapnya onar.
Pada akhirnya, semua harus berakhir, sama seperti Joe (Charlotte Gainsbourg) dalam film Nymphomaniac yang percaya bahwa memungut P (Mia Goth) dan memberikan kasih sayang selama beberapa tahun, maka P akan berubah menjadi monster yang patuh, dugaan Joe salah, P menjadi perempuan beringas yang membunuh Joe karena tau dari awal semua berjalan penuh kepalsuan, mirip seperti sosok anak emas yang menjadi brutus dan berpindah sekoci saat tuannya tenggelam.
Film Desperado: Diceritakan ketika Bucho(Joaquim de Almeida), seorang gembong narkoba sebuah wilayah kecil di Mexico berbicara dengan El Mariachi (Antonio Banderas) tentang bagaimana cara dia menguasai Kota, yaitu dengan memberi masyarakat sekitarnya semua fasilitas, dari obat-obatan, makanan dan apapun yang mereka butuhkan, alhasil, yang didapatkan oleh Bucho adalah loyalitas warga sekitar, meskipun mereka tau bahwa Bucho adalah pelaku bisnis ilegal dengan banyak kasus kejahatan yang tidak pernah diusut oleh pihak berwajib.
Film Fast Five: Diceritakan, Reyyes (Joaquim de Almeida) menjadi seorang pimpinan kartel narkoba Di Rio, dan pada salah satu dialognya menceritakan bahwa, dulu bangsa Spanyol sempat menjajah Brazil dengan senjata, namun tidak lama karena orang-orang di Brazil berhasil melawan balik, senjata dibalas senjata, beberapa tahun kemudian, Portugis yang datang dengan maksud serupa, hendak menguasai tanah Brazil namun kali itu dengan cara yang lebih halus, memonopoli perdagangan, tapi mencukupi kebutuhan masyarakat Brazil, dengan memberikan sandang, pangan dan papan, serta pendidikan dan loyalitas akan didapat dengan sendirinya, alhasil rakyat patuh dan tidak melawan balik, bahkan sebagian besar masyarakat Brazil sampai sekarang masih banyak yang menggunakan nama-nama Portugis.
Yang menarik adalah, hal inilah yang terjadi di negara kita, beberapa tahun silam, saat orde baru berkuasa, gw gak perlu cerita gimana mencekamnya saat-saat Petrus terjadi atau kegilaan seorang pemimpin pada industri kedirgantaraan, sampai-sampai jatah makan orang se Indonesia harus "disunat", dan betapa curangnya beberapa kali pemilu golkar. Orang-orang yang gw temuin dan berbicara soal suharto, selalu tidak luput dari kisah manis seputar masa jayanya orde baru dan seolah lupa atau enggan tau tentang bagaimana bila seseorang yang mau "berbicara" nyawanya akan dihilangkan, sama seperti dua tokoh villain diatas, mafia akan selalu melindungi teritorialnya dari gangguan luar, makanya pada saat itu masyarakat Indonesia merasa aman, tapi keterbuaian itu membuat mereka lupa, bahwa lingkup mereka menikmati kenyamanan itu adalah lingkup sebuah cengkeraman raksasa, yang matanya senatiasa mengawasi dan tidak segan meremas sampai remuk apabila ada suatu hal yang dianggapnya onar.
Pada akhirnya, semua harus berakhir, sama seperti Joe (Charlotte Gainsbourg) dalam film Nymphomaniac yang percaya bahwa memungut P (Mia Goth) dan memberikan kasih sayang selama beberapa tahun, maka P akan berubah menjadi monster yang patuh, dugaan Joe salah, P menjadi perempuan beringas yang membunuh Joe karena tau dari awal semua berjalan penuh kepalsuan, mirip seperti sosok anak emas yang menjadi brutus dan berpindah sekoci saat tuannya tenggelam.

No comments:
Post a Comment